PRODUK HALAL DI INDONESIA….PEDULIKAH KITA???8 April 2008
Hal ini salah satunya dapat dilihat dari kebiasaan masyarakat dalam memilih produk makanan. Saat ini banyak masyarakat yang kurang peka terhadap kualitas makanan yang mereka konsumsi. Kebanyakan dari mereka hanya melihat dari segi harga suatu produk, masalah kandungan bahan, nilai nutrisi bahkan kehalalan pun sering luput dari perhatian para konsumen. Padahal halal adalah syarat utama yang harus ada dalam suatu produk. Melihat kenyataan ini seharusnya kita malu, karena sebagai seorang muslim kita sudah tidak peduli terhadap kualitas makanan yang kita konsumsi, padahal banyak negara-negara yang mayoritas non-muslim justru menggalakkan sertifikasi tentang kehalalan produk di negara mereka. Ketidakpedulian ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya makanan halal, selain itu juga kurangnya peran pemerintah dalam sosialisasi produk halal, masyarakat mereka beranggapan bahwa semua produk yang beredar di pasaran adalah halal, padahal belum tentu. Belakangan ini banyak produk-produk baik makanan, kosmetik, maupun obat-obatan yang diragukan kehalalannya. Beberapa penyelidikan yang dilakukan oleh BADAN LPPOM MUI menyebutkan bahwa banyak produk yang beredar di pasaran telah menggunakan bahan-bahan campuran dari barang haram, misalnya dari babi, rambut manusia, alkohol,bahan-bahan kimia berbahaya, dsb. Mungkin banyak masyarakat yang tidak percaya bahwa banyak produk yang menggunakan bahan campuran dari babi, tapi menurut penyelidikan hal ini banyak ditemukan di pasaran. Memang penggunaan babi tidak secara langsung, tapi memanfaatkan organ-organnya yang tidak banyak dikenal masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang beranggapan bahwa produk itu halal. Selain babi, ternyata juga ditemukan bahwa ada produk yang menggunakan campuran bahan dari rambut manusia, serta bahan-bahan kimia lain yang dapat memberi efek negatif bagi tubuh manusia. Babi adalah bahan campuran yang marak digunakan dalam semua industri, baik industri makanan, kosmetik, maupun obat-obatan. Hal ini karena dari organ-organ babi yang dapat dijadikan bahan pengganti yang murah dan memberi efek menarik. Organ-organ yang banyak dimanfaatkan antara lain : Daging babi banyak digunakan untuk bahan campuran sosis, bakso, sate, abon, penyedap rasa, rendang, bacon, burger, ham, donat, roti, pangsit. Dan saat ini banyak para pedagang makanan yang mulai berani mencampurkan daging babi pada dagangan mereka. Kulit babi dimanfaatkan untuk krupuk rambak, cecek, gudeg, dan kolagen. Dari data yang di dapat LPPOM MUI menyebutkan bahwa banyak para pengusaha krupuk rambak dari Indonesia yang mengimpor bahan baku dari luar negeri karena harganya jauh lebih murah daripada di Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan dari bahan tersebut ada campuran dari kulit babi. Lemak babi banyak dimanfaatkan untuk pangsit, shortening, sosis, kosmetik,, penyedap, campuran sabun, margarin, mentega, flavor (pemberi rasa). Lemak babi adalah bahan yang paling sering digunakan, karena dapat memberi efek yang menarik pada makanan. Gelatin adalah suatu zat yang terdapat dalam kulit ataupun tulang, gelatin dapat diperoleh dari babi, sapi dan ikan. Pemanfaatan gelatin biasanya untuk bahan campuran jelli, susu, permen, cangkang kapsul, campuran kosmetik, emulsifier (bahan pencampur adonan). Penggunaan gelatin pada makanan dapat mmperbaiki tekstur makanan, memberi kelembutan, mengenyalkan, penstabil, pengental, dsb. Sedangkan pada kosmetik dapat memberi kesegaran, pembersih, dan stabilizer. Lard adalah salah satu jenis lemak babi, biasanya terdapat pada bagian kulit punggung dan daging babi. Pemanfaatan lard terutama pada industri-industri bakery, karena lard memiliki sifat sebagai emulsifier (pencampur adonan) dan stabilizer (penstabil) serta memberi tekstur lembut pada makanan. Salah satu makanan yang selalu menggunakan lard adalah pastry dan cake, karena jika tidak diberi campuran lard makanan tersebut tidak dapat sempurna. Sistein adalah sebuah senyawa kimia yang banyak terdapat pada bulu hewan,rambut manusia, dan kuku. Sistein biasanya dimanfaatkan untuk bahan tambahan sintetis dalam produk pangan. Penggunaan sistein biasanya pada industri bakery dan industri kosmetik. Fungsi sistein sendiri adalah sebagai antioksidan dalam tubuh dan sebagai penyusun protein. Tetapi setelah diekstrak biasanya untuk campuran adonan kue dan bahan untuk alat-alat kosmetik. Dari data yang ada menyebutkan, bahwa di China hampir semua sistein yang ada berasal dari rambut manusia, hal ini dikarenakan sistein dari rambut manusia harganya murah dan mudah didapat daripada sistein yang benar-benar diekstrak dari protein. Selain bahan-bahan tersebut masih banyak lagi bahan yang haram yang dicampur dalam makanan. Karena itulah kita harus benar-benar selektif dalam memilih makanan yang kita konsumsi dan hendaknya kita harus melihat kehalalan dari makanan itu, paling tidak ada label halal dalam kemasannya. Saat ini LPPOM MUI juga menggencarkan penyelidikan tentang produk-produk di pasaran yang dicurigai kehalalannya dan menggalakan sertifikasi produk halal. Pipit Wulandari, Mahasiswa UNIBRAW, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, 8 April 2008
|