Belajar dan bekerja dengan cinta
13 Desember 2009
Ada seorang ilmuwan islam yang memiliki cara unik untuk mengobati sakitnya, ketika seorang dokter menyarankannya untuk beristirahat dan berhenti beraktivitas, walaupun itu hanya sekedar membaca. Ia malah mengatakan, “Aku akan semakin sakit jika tidak membaca1.” Bagaimana ia mampu melakukan hal itu? Tak lain karena ia begitu cintanya dengan pekerjaannya itu. Kita sanggup melakukan hal-hal sulit dan hal-hal penuh resiko jika kita memiliki motivasi kuat untuk melakukannya. Beragam motivasi yang bisa membuat kita mampu melakukannya. Bisa karena penghargaan, uang, aktualisasi diri dan sebagainya, atau kondosi terjelek jika kita tidak melakukannya. Tapi motivasi yang sesungguhnya adalah kecintaaan kita terhadap aktivitas yang kita lakukan itu. Cinta mampu merubah orang lemah menjadi berdaya, cinta mampu membuat orang struggle menghadapi setiap resiko dan halangan di depannya. Betapa banyak pekerjaan besar yang dilakukan karena cinta. Ada seorang bapak penjual bajigur, rela bangun jam 3 dinihari, untuk menyiapkan barang dagangannya. Begitu pagi menjelang, ia bawa ke pasar, ia berjualan hingga jam sebelas malam. Walau hasilnya tidak begitu banyak, ia lakoni pekerjaan itu dengan semangat dan ia mencintai pekerjaan itu dengan sepenuh hati. Apakah ia akan merasa lelah atau letih? Ada seorang staf keuangan di sebuah lembaga sosial, ia berangkat pagi-pagi untuk sampai di kantornya jam 9 tepat. Ia bekerja dari jam itu hingga maghrib atau isya’. Selepas dari kantor itu dalam sepekan beberapa hari ia pergi ke kantor kedua, di sebuah ormas besar di jakarta, di sana kadang ia sampai jam 9 malam bahkan lebih. Di waktu yang lain ia sempat menjadi dosen di sebuah universitas di Jakarta. Apakah ia merasa letih atau lelah? Bahkan ketika itupun saya harus memulai aktifitas sangat pagi, jam 7 saya harus sudah sampai di LIPIA, selepas dari sana, sekitar jam setengah satu satu harus berangkat ke sebuah LSM, di sana saya sampai mahgrib. Tiba dirumah jam tujuh atau delapan malam. Makan malam, ngobrol bersama keluarga, lalu saya mulai bekerja di kantor private saya, herbal. Kadang hingga larut saya bekerja. Hari inipun saya harus bangun malam untuk mulai menulis kalimat-kalimat untuk mewujudkannya menjadi sebuah buku seperti yang ada di hadapan Anda. Apakah saya merasa letih dan lelah? Tidak sama sekali, saya mencintai aktivitas ini. Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah Anda mencintai pekerjaan dan aktivitas Anda. Jika ya, selamat bersiaplah untuk sukses. Tapi jika belum, mulailahsekarang juga mencintai apapun aktivitas Anda, karena dengannya aktivitas Anda akan penuh makna dan nilai. Aminuddin, Lc, SHI
