Manfaat dan Kandungan Bangle (Zingiber montanum)
25 Agustus 2015Bangle (Zingiber montanum) merupakan tumbuhan dari suku temu-temuan yang banyak tumbuh di Indonesia. Bangle termasuk rempah-rempah yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur maupun pengobatan herbal. Pemanfaatan Bangle yang paling banyak adalah bagian rimpangnya.
Bangle tersebar ha,pir di seluruh kepulauan di Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh subur di ketinggian 1.300 m dpl dan di daerah yang tidak tergenang air. Persebaran bangle di Indonesia menjadikan tanaman ini memiliki nama local yang berbeda-beda di setiap tempat tumbuhnya. Diantara nama local dari bangle yaitu mungle (Aceh), bungle (Tapanuli) , kunik bolai (Minang) , banglee'iy (Rejang), panglai (Sunda) , pandhiyang (Madura) , bale (Makassar) , panini (Bugis) , unin makei (Ambon).
Morfologi Bangle

Bangle memiliki ciri dan sifat fisik sebagai herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23–35 cm, lebar 20–40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6–10 cm, lebar 4–5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2–5 mm. Permukaan luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.
Bangle (Zingiber montanum) termasuk tanaman yang mudah cara pengembangan dan perawatannya. Untuk memperbanyak tanaman ini cukup dengan teknik stek pada rimpangnya, dan untuk perawatannya pun cukup dengan disiram secukupnya dan mendapat sinar matahari yang cukup. Bangle kurang sesuai jika ditanam di daerah yang becek dan tergenang air. Hal ini akan menyebabkan rimpang bangle membusuk dan tidak bisa berkembang dengan baik.
Bangle (Zingiber montanum) termasuk tumbuhan yang kaya manfaat, sebagaimana tanaman rimpang kebanyakan. Manfaat bangle ditunjang oleh komponen senyawa kimia penyusunnya yang sebagian besar adalah minyak atsiri, dimana senyawa ini memiliki efek positif untuk tubuh. Senyawa lain yang terkandung dalam bangle misalnya sineol, pinen dan seskuitterpen seskuitterpen, mineral, albuminoid, lemak, getah yang pahit, dan asam-asam organik.
Manfaat Bangle (Zingiber montanum)
-
Demam dan masuk angin. Cuci bersih 15 g rimpang bangle segar, 15 g lempuyang wangi, 15 g jahe, dan 15 g kencur. Parut semua bahan, rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Minum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.
-
Kegemukan atau untuk mengurangi lemak tubuh . Cuci bersih 15 g rimpang bangle, 7 helai daun jati belanda, dan 10 g daun kemuning. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya, lalu minum 2 kali sehari di pagi dan sore hari, masing-masing 1 gelas. Produk herbal yang menggunakan bangle sebagai salah satu bahannya adalah Langsingfit.
-
Cacingan. Cuci dan iris tipis-tipis 20 g rimpang bangle, 15 g temu hitam, serta 3 lembar daun sirih. Tambahkan 5 biji ketumbar yang telah dicuci lalu tumbuk semua bahan ramuan tersebut sampai halus. Tambahkan ½ cangkir air masak, aduk sampai rata, lalu diperas. Saring air perasannya lalu minum sekaligus 1 kali sehari sekali.
-
Nyeri Sendi (Rematik). Rimpang segar secukupnya dicuci lalu diparut, tambahkan arak sampai menjadi adonan seperti bubur encer. Borehkan ke bagian sendi yang sakit.
-
Sakit kuning. Cuci rimpang bangle sebesar ½ jari tangan sampai bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan madu ke dalam hasil parutan masing-masing 1 sendok makan. Peras hasil parutan lalu saning. Minum air yang tersaring sekaligus dan lakukan 2 kali sehari. Herbal yang bagus untuk mengatasi ini adalah Hepatifit.
-
Sakit kepala karena demam. Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai pilis pada dahi.
-
Gangguan mata. Cuci 15 g rimpang bangle lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus 1 kali sehari.
-
Mengurangi lemak tubuh. Siapkan ripang bangle dan 7 lembar daun jati belanda cuci dan rebus dengan 1.5 gelasr air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Minum setiap pagi dan sore hari..
-
Mengecilkan perut setelah melahirkan. Cuci bersih 4 jari rimpang bangle segar lalu parut. Tambahkan sedikit air sampai terbentuk adonan seperti bubur. Oleskan adonan pada bagian perut.
-
Perut mules. Cuci bersih 10 g rimpang bangle segar, 10 g lempuyang wangi, 10 g jahe, dan 10 g kencur. Parut semua bahan lalu rebus dengan 1 gelas air sampai tersisa ½ gelas. Minum sekaligus selagi hangat 1 kali sehari di saat mules.
