Terapi Kanker, Bagian Pertama
23 Februari 2010Bersahabat
dengan alam sekitar
Ada sebuah penduduk yang tinggal di kaki gunung Himalaya, mereka dikenal dengan nama suku Hunsa, mereka hampir selama hayatnya mendapat suplai udara kelas satu, suplai air kelas satu, dan suplai makanan kelas satu. Apa artinya kelas satu? Yaitu zat-zat yang masih natural, alami dan murni, tidak tercemar oleh zat-zat berbahaya. Tahukah Anda berapakah usia hidup rata-rata mereka? Usia mereka rata-rata di atas 70 tahun dan masih fit, sehat bugar. Rahasia mereka adalah kualitas udara, air makanan yang mereka nikmati semenjak lahir hingga maut menjemput mereka. Insya Allah kita akan membahasnya secara singkat satu-persatu.
Udara
Udara adalah karunia besar dari Allah subhanahu wata’ala bagi kehidupan manusia, bahkan semua makhluk hidup di dunia ini. Tidak ada makhluk hidup yang mampu bertahan tanpa udara. Beberapa komponen yang menyusunnya terutama oksigen membuat manusia mampu melanjutkan hidupnya, bahkan dapat mencapai kondisi kesehatan yang paripurna. Tapi manakala kualitas udara yang Anda hirup itu tercemar oleh polutan seperti asap knalpot, asap rokok, asap pabrik dan bakteri-bakteri serta virus berbahaya, bisa dibayangkan betapa berbahayanya udara seperti itu? Tentu udara yang tercemar seperti itu masih menjadi syarat kehidupan kita, tetapi apakah membuat kita sehat? Udara tercemar membuat tubuh kita rentan dengan berbagai penyakit terutama penyakit organ-organ pernafasan, bahkan kanker.
Dimana mendapatkan udara bersih?
Jika ternyata Anda hidup di daerah dengan tingkat polusi yang tinggi, berari kita harus mencari udara yang bersih, untuk mensuplay udara berkualitas untuk paru-paru kita. Cari kawasan yang masih kaya tumbuhan. Di daerah jalur hijau saat pagi hari, di kawasan taman kota, atau jika ternyata harus bayar, Anda bisa melakukannya di tempat-tempat wisata, seperti di kebun raya, kebun binatang yang masih banyak pohon dan tanamannya.
Menghirup udara yang sehat akan menciptakan tubuh yang sehat bahkan mampu membuat emosi dan fikiran Anda rileks setelah beberapa hari bekerja.
Berapa lamakah sebaiknya kita menghirup udara segar?
Jika memungkinkan untuk menghirup udara bersih dan segar selamanya, maka itu lebih baik. Tetapi paling tidak sehari sekali satu jam di pagi hari setelah shalat subuh, atau jika tidak sekurang-kurangnya sepekan sekali. Walaupun singkat tetapi jika dilakukan secara konsisten dan rutin, hasilnya akan luar biasa bagi kesehatan fisik dan psikis kita.
Tips
Marilah kita melakukan hal yang nampaknya sederhana, tapi manfaatnya luar biasa.
1. Pergilah ke tempat yang ditumbuhi pepohonan di pagi hari. Hindari malam hari karena ketika itu udara kaya CO2 yang bersifat racun bagi tubuh manusia.
2. Bacalah Bismillah, kemudian tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan-lahan. Syukuri atas nikmat yang telah Allah ta’ala berikan kepada Anda.
3. Saat melepaskan nafas Anda, lepaskan semua beban fikiran yang selalu ini mengganggu Anda. Lakukan beberapa kali hingga Anda merasa segar, rileks dan aktif.
4. Anda dapat menggabungkan dengan aktivitas olah raga atau aktifitas fisik ringan tergantung dengan kekuatan Anda. Bisa jogging, bisa hanya jalan ditempat, bisa lari ditempat. Usahakan Anda bertelanjang kaki saat melakukannya, agar terjadi proses refleksiologi secara alami, saat kaki Anda bersentuhan dengan tanah dan bebatuan akan melancarkan aliran peredaran darah ke seluruh tubuh Anda. Saat itu serta merta paru-paru Anda akan membesar terisi dengan udara bersih dan segar sebanyak-banyaknya. Ulangi terus secara konsisten. Aminuddin, Lc, SHI
